Posted on 05/01/2010 by Emha Irsani
Para peserta ujian nasional atau UN yang tidak lulus karena belum memenuhi rata-rata 5,5 untuk semua mata pelajaran yang diujikan bisa mengikuti UN ulangan. Peserta bisa memilih untuk mengulang sebagian atau semua mata pelajaran yang nilainya di bawah 5,5.
Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi di Jakarta, Rabu (30/12/2009), menjelaskan, adanya UN ulangan untuk memberi kesempatan bagi peserta yang tidak lulus pada pelaksanaan UN utama atau UN susulan.
“Peserta yang ikut UN ulangan bisa memilih apakah hanya mau mengulang sebagian atau semua mata pelajaran yang nilainya di bawah 5,5. Nilai yang dipilih tentu saja yang tertinggi,” kata Djemari.
Baca selengkapnya di Kompas
DIarsipkan di bawah: My Folder | Ditandai: no problem, siswa boleh mengulang, tidak lulus, UN 2010 | Leave a Comment »
Posted on 24/12/2009 by Emha Irsani
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi akan segera menutup program studi yang tidak terakreditasi. Mahasiswa dan dosen pada program studi yang ditutup akan disalurkan ke program studi yang lain.
Penutupan tersebut, menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal, akan segera dilaksanakan. Pada periode 2012-2013, seluruh program studi yang tidak terakreditasi sudah harus ditutup.
“Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 19, tahun 2005, tentang standar nasional pendidikan,” katanya usai menghadiri Seminar Kewirausahaan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kamis (24/12/2009).
Sejak dikeluarkannya PP tersebut, Fasli mengatakan, pemerintah sudah memberikan tenggang waktu sampai tujuh tahun bagi setiap perguruan tinggi untuk berusaha mendapatkan akreditasi pada setiap program studi. Hingga akhir 2009 ini, ternyata baru separuh dari 15.000 program studi di seluruh perguruan tinggi di Indonesia yang terakreditasi.
Baca Selanjutnya di Kompas
Komentarku :
Berita semacam ini sudah biasa sejak aku dulu pernah honor di PTS yang konon katanya bakal ditutup, namun tidak pernah terwujud, kecuali setelah mahasiswa dan alumninya “bermasalah” ketika memasuki dunia kerja, khususnya ketika menjadi PNS. Akhirnya yang dirugikan masyarakat. Ijazah mereka tertolak, dan bahkan beberapa yang sudah menjadi PNS terpaksa diberhentikan.
Kenapa ini terus berlanjut? Padahal ini bukan makhluk ghaib. Jawabnya? Kita tunggu saja, apakah ini masih lips service?
DIarsipkan di bawah: My Folder | Leave a Comment »
Posted on 23/12/2009 by Emha Irsani
JAKARTA–Departemen Agama (Depag) segera meluncurkan dua buah buku pedoman penyelenggaraan pendidikan pesantren salafiyah maupun pengembangan kurikulum pesantren, akhir tahun ini. Buku pedoman tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pesantren yang telah berdiri dan berjalan maupun bagi pendirian pesantren.
“Dalam tahun ini juga buku pedoman tersebut segera terbit. Sekarang sudah dikoreksi,” ujar Direktur Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Depag, Choirul Fuad Yusuf di Jakarta, Selasa (15/12). Menurut dia, kehadiran buku pedoman bagi pesantren ini sangat penting untuk menyamakan visi penyelenggaraan pendidikan di pesantren ke depan.
Republika Online – Buku Pedoman Pesantren Terbit Tahun Ini.
DIarsipkan di bawah: My Folder | Leave a Comment »
Posted on 12/12/2009 by Emha Irsani
title : Depag Kucurkan Dana Rp 213 Miliar Untuk Bangun 500 Madrasah
summary : Departemen Agama mengucurkan dana sebesar Rp 213 miliar untuk membangun 500 madrasah. Hal ini dilakukan sebagai implementasi dari program 100 hari kerjanya. (read more)
DIarsipkan di bawah: 1 | 1 Komentar »
Posted on 12/12/2009 by Emha Irsani
title : 13 Jurus Melumpuhkan KPK
summary : Pemberantasan korupsi di era Presiden SBY diprediksi bisa lebih memburuk di tahun-tahun mendatang. Pasalnya, di era SBY inilah terdapat upaya pelemahan KPK yang dilakukan secara sistematis. (read more)
DIarsipkan di bawah: 1 | Leave a Comment »
Posted on 20/11/2009 by Emha Irsani
Di top page sengaja aku tulis “Catatan Harian: Membuat PTK/KTI” karena insya Allah dalam waktu dekat aku ingin membuat sebuah karya tulis ilmiah, mungkin berupa Penelitian Tindakan Kelas atau karya tulis ilmiah biasa. Dalam catatan harian itu akan aku tulis langkah demi langkah upaya penulisan, dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data hingga penyajian, dan tentu kendala-kendalanya. Buat apa? Pamer? Pertanyaan yang bagus dan masuk akal.
Bagi sebagian kecil orang, membuat karya tulis ilmiah mungkin biasa-biasa saja, tapi bagi aku ini bukan hal biasa. Untuk itu yang pertama aku lakukan adalah memantapkan motivasi dan tujuan penulisan, karena dua hal inilah mesin ide dan push power yang mampu menyingkirkan kendala-kendala dan mematikan rasa malas. Hal lain yang lebih praktis, mengawali membuat karya tulis adalah dengan melihat langsung proses pembuatan dan sekaligus bertanya dan diskusi pada saat pembuatan. Metode inilah sebetulnya bisa lekas difahami dari pada teori ke teori, namun siapa pula yang mau jadi volunteer pekerjaan yang tidak gampang ini? (silahkan jawab sendiri)
Kembali ke persoalan, sebaiknya seperti apa motivasi dan tujuan itu? Jawabannya relatif. Yang pasti, hal apapun yang mampu mendorong hati ini bulat dan kuat. Kalau aku sih, motivasinya sederhana saja, jika orang bisa mengapa aku tidak bisa. Tujuannya? Jujur saja, prestise dan insya Allah prestasi.
Itu saja…?!
Ayo kita buktikan…!
DIarsipkan di bawah: My Folder | Ditandai: karya tulis ilmiah guru, kendala membuat karya tulis, memulai membuat karya tulis | Leave a Comment »
Posted on 08/11/2009 by Emha Irsani
Posted on 26/10/2009 by Emha Irsani
Trend baru handphone sepertinya mulai mengarah ke sebuah model bernama “Blackberry”. Aku agak terkejut ketika berada di kerumunan anak-anak SMA yang petantang-petenteng dengan HP Blackberry (BB) dengan chasing warna-warni. Tidak bisa dipungkiri lagi mereka terlihat lebih cantik, elegan, modis dan gaul abiss.
Tapi, aku lebih kaget lagi, di pangkalan ojek di sebuah pasar besar — yang secara kebetulan kulewati ketika membeli nasi bungkus — para ojeker terlihat asik memainkan hp BB mereka sambil menunggu penumpang. Entah apa yang mereka pelototi, sesekali mereka tertawa ngakak lepas khas mereka.
Bila melihat fungsi dan kelebihan BB dengan Operating Systemnya yang dapat menggantikan note/netbook dalam berinternet ria menjadi hanya dalam genggaman sebelah tangan, maka bisa dikatan luar biasa sekali loncatan penguasaan teknologi masyarakat kita.
Teknologi tidak murah, selain harga BB yang relatif mahal, ongkos penggiringnya (air time) akan melekat dalam teknologi tadi. Namun, itu bukan persoalan, banyak BB China yang hanya beda-beda dikit dengan aslinya (hanya tanpa 3G dan OS asli). Air time pun, bisa diatur. Bukankah banyak vendor seluler melayani internet dengan tarif murah.
Apapun dalihnya, untuk itu semua anggaran rumah tangga pun terpaksa harus dipersempit.
Apa boleh buat….
“Sabar ya, anak-anakku, beli bukunya nanti azza….”
DIarsipkan di bawah: My Folder | Leave a Comment »