Pungli di Madrasah

Posted: 03/11/2013 in My Folder

doc pribadi

Dua madrasah negeri di Ibu Kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya, sedang dikuliti media masa lokal dengan masalah pungli. MTsN-1 Model dengan masalah pungutan ketika pengambilan buku rapor dengan besaran antara 75.000 – 200.000 rupiah, sementara MTsN-2 dengan masalah pungutan blanko pendaftaran Rp.10.000,- dan daftar ulang siswa baru sebesar Rp.2.600.000,- (putra) dan Rp.2.700.000,- (putri), jauh lebih besar dari sekolah setingkat SMP yang hanya sekitar Rp.2.000.000,-.

Di MTsN 1 Model, ketua komite menyebutkan bahwa pungutan itu ilegal, sementara kepala madrasah menyebutkan bahwa pungutan itu adalah resmi sebagai bayaran tunggakan komite pada tahun berjalan, sedangkan di MTsN 2, ketua panitia PPDB mengakui itu sebuah kesalahan karena tidak didahului dengan rapat komite.

Baca entri selengkapnya »

luxury-carTulisan ini beranjak dari pengalaman pribadi, meskipun awalnya upaya pembuktian dari berbagai teori tentang kekuatan intuisi. Hil yang mustahal, dengan gaji 2.000.000 rupiah per bulan untuk mendapatkan mobil baru atau setengah baru (maksudnya mobil second yang relatif baru).  Satu isitri dengan dua anak, pendapatan dari gaji itu hanya untuk keperluan hidup sederhana sehari-hari. Artinya, jangan berani-berani mimpi memiliki mobil, sekalipun mobil paling murah minim fitur atau mobil LCGC yang harganya dibawah 100 juta.

Dengan hati sadar dan logika yang sehat, pasti semua orang faham dengan kondisi ini, istilahnya realistis. Teman saya dengan jujur mengungkapkan, “saya beli togel karena saya punya mimpi, setidaknya setengah hari saya berhayal yang realistis memiliki sejumlah uang.” (jangan ditiru, bahaya!).  Akal sehat manusia membawa seseorang kepada sesuatu masuk akal dan itu adalah fitrah yang dimiliki semua orang. Namun ada satu hal yang dimiliki semua manusia yang bisa menuntun seseorang untuk mencapai tujuan, sekalipun tujuan tersebut irrasional atau tidak masuk akal, yakni intuisi.

  Baca entri selengkapnya »

Panji Masih Hidup

Posted: 03/11/2013 in My Folder

Mendengar kabar Panji tewas dicabik komodo, saya dan anak-anak beradu cepat nge-brows ke google, mencari tahu dari berbagai sumber tentang kebenaran berita itu. Anak-anak teriak-teriak, “benar pah..benar pah…Panji udah tewas, ini banyak sekali beritanya.” Saya bukan tidak tau banyak beritanya, saya mencoba mengkorek database Kompas, Detik, Republika, Okezone dan lain-lain, baik  berita kematian apalagi sanggahan kematiannya. Saya masih belum 100% percaya, namun karena didukung tidak satupun stasiun TV menyajikan acara Panji atau infotainmen, maka saya berbalik 99% percaya. Logikanya, ya boleh jadi karena itu berita sadis jadi tidak ditayangkan atau dibritakan. Kami sekeluarga berdiskusi dan membayangkan bagaimana tubuh ringkih Panji dibantai dan disobek habis-habisan oleh Komodo yang bergigi besar dan tajam, dengan bobot 3 hingga 4 ton, duh…..Panji.1372649818498162418

Itu terjadi satu tahun yang lalu, hingga suatu ketika saya dan teman-teman jalan ke Ancol (biasalah, acara h+1 acara dinas) terkaget-kaget alang kepalang, gambar Panji Sang Patualang membentang dan membentuk sebuah arena pertunjukan. Saya jepret pamplet arena dari berbagai sudut, lalu mengikuti kata hati saya mencoba masuk arena melalui pintu utama,

“Maaf pak tidak boleh masuk, acara baru dimulai pukul satu!” Sergah sekuriti, mencoba halangi saya masuk.
Berlagak seperti wartawan dengan kamera Nikon P500 (bukan standar wartawan kali ya?), saya baik-baik ngomong dengan penjaga pintu, “saya bukan mau nonton, saya mau wawancara dengan Panji. Hanya lima menit, setelah itu saya akan keluar.”

  Baca entri selengkapnya »

Meski saya tidak tua-tua amat, sebagai pendidik yang 20 tahun lebih bergelut dengan anak-anak muda (siswa) dan pernah terlibat langsung dengan dunia aktivis mahasiswa (senat mahasiswa), saya sejujurnya suka melihat PKS akhir-akhir ini terlihat garang, responsif, berapi-api dan bahkan meledak-ledak. Lihatlah Anis Matta, Mahfudz, Fahri Hamzah dan lain-lain, mereka adalah anak-anak muda yang sehat, cerdas, cakep, berani dan memiliki style sendiri-sendiri dalam menghadapi massa maupun wartawan.

Sekali lagi, dari kaca mata seorang pendidik (guru), dalam konteks kekinian, saya melihat mereka (PKS) hanya lebih sedikit dengan kumpulan mahasiswa dengan berbagai atribut organisasinya, jika mahasiswa menyatakan pendapat dengan berdarah-darah dan bahkan dengan pengorbanan jiwa, PKS hanya dengan mulut berbusa-busa; bila mahasiswa berbicara karena idealismenya, maka PKS (tentu juga partai lainnya) berbicara karena tujuan-tujuan politik; dan bila mahasiswa bersuara maka banyak Parpol bertepuk tangan dan menyanjung; sementara bila anak muda di PKS yang bersuara keras pasti akan mendapat perlawanan luar biasa.

  Baca entri selengkapnya »

DSCN0462hJenjang pendidikan setingkat MTs di Palangka Raya dalam dua tahun terakhir sangat meningkat tajam. Mesti sejumlah madrasah mencoba “menghadang” derasnya laju minat siswa tersebut dengan menambah jumlah ruang belajar namun tetap saja kewalahan dan terpaksa harus melepaskan sejumlah siswa yang tidak terjaring tes. Alur untuk masuk pun dibuat jelimet, sejumlah instrumen penilaian, mulai dari rapor, ijazah, tes tertulis sampai tes kemampuan baca tulis Al-Qur’an. Mungkin lebih jelimet dibanding dengan sekolah umum yang hanya mensyaratkan nilai ijazah (SKHUN) dengan sistem ranking. Mbak sebuah primadona, dari sekian jumlah orang tua yang berebut masuk ada saja orang tua yang berani menyumbang ratusan juta rupiah (berupa bangunan fisik) sebagai tanda terima kasih dan amal jariah. Unik memang.
Baca entri selengkapnya »

Gambar  —  Posted: 03/11/2013 in My Folder
Tag:

WP Cukup Satu Jari

Posted: 20/01/2013 in My Folder
wpid-Ghf.jpgSekarang tidak ada alasan lagi untuk malas update curhat  di wp, hanya dengan satu jari kita sudah bisa memasukkan setiap hal yang menarik dimana saja dan kapan saja.
Ini barangkali update pertama menggunakan makhluk yang bernama android dengan mesin yang betnama Samsung.
Mungkin saya agak ketinggalan dibanding dengan teman-teman yg lain, namun setidaknya telah kumulai.
Salut dan terima kasih untuk teknologi.