Arsip untuk Desember, 2008

NYAMUK DAN PETUALANGANNYA

Posted: 23/12/2008 in My Folder
Tag:

Oleh : HARUN YAHYA


NyamukNyamukSesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. (QS. 2:26)

Sementara manusia diperintahkan untuk merenungkan dirinya sendiri sebagai ciptaan Allah, Al-Quran seringkali juga mengajak manusia untuk menginvestigasi alam dan melihat bukti dan tanda Kekuasaan Allah padanya. Seluruh alam semesta dengan semua elemen baik hidup maupun non-hidup terdiri dari tanda-tanda yang mengungkapkan bahwa mereka semua itu ‘diciptakan’. Dan semuanya itu ada untuuk menunjukkan Kekuatan, Ilmu dan Seni dari ‘Penciptanya’. Dan manusia bertanggungjawab untuk mengenal tanda-tanda ini dan mengakui Sang Maha Pencipat, Allah SWT. Semua makhluk hidup memiliki tanda-tanda ini, namun terdapat beberapa hewan yang secara spesifik telah disebutkan dalam Al-Quran. Nyamuk adalah salah satunya. Ini disebutkan dalam ayat Al-Quran berikut ini:

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS. 2:26)

Ketika kita mengamati kehidupan nyamuk, kita dapat mengatakan bahwa nyamuk memiliki petualangan yang luar biasa. Apa yang secara umum diketahui tentang nyamuk adalah adalah bahwa mereka menyerap dan makan darah. Namun ini tidak seluruhnya benar. Karena tidak semua nyamuk, namun hanyalah nyamuk yang betina sajalah yang menyedot darah. Dan kebutuhannya akan darah tidak ada kaitannya dengan makan sama sekali. Sebenarnya kedua nyamuk jantan dan betina makan cairan nektar bunga. ??Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina, tidak seperti yang jantan, menyedot darah adalah untuk telurnya.yang memerlukannya untuk berkembang dengan protein yang ada dalam darah. Dengan kata lain, nyamuk betina menyedot darah hanyalah untuk memastikan kelangsungan hidup generasi barunya.

Point yang ditekankan di sini adalah bahwa ayat Al-Quran menunjukkan hanya nyamuk ‘betina’. Sebagaimana disebutkan terdahulu, hanyalah nyamuk betina yang mempunyai kemempuan superior yang akan dijelaskan detail di sini. Jadi, kita dapati begitu ekspresif bahwa nyamuk betinanyalah yang ditekankan dalam Al-Quran. Selain itu, ini merupakan fakta yang luar biasa kita membuktikan bahwa pada saat turunnya wahyu Al-Quran, pengetahuan ini sama sekali belum diketahui umat manusia.

Fase dan proses pertumbuhan nyamuk merupakan salah satu aspek yang paling mengagumkan. Nyamuk berubah dari suatu larva menjadi nyamuk setelah melewati fase yang sama sekali berbeda-beda. Marilah kita melihat kisah petualangan nyamuk secara singkat.

Telur nyamuk yang diberimakan dengan darah diletakkan pada daun lembab atau kolam yang kering untuk proses pendewasaan oleh nyamuk betina selama musim panas atau musim gugur. Namun sebelum ini, induk nyamuk pertama kali menguji tanah secara keseluruhan dengan menggunakan reseptor yang ada di bawah perutnya, yang berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembaban. Dia mancari tempat yang nyaman bagi telur-telurnya. Ketika area yang sesuai ditemukannya, ia mulai mengeluarkan telurnya. Telur-telur ini yang memiliki kepanjangan kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris baik dalam kelompok maupun satu-persatu. Beberapa spesies meletakkan telur-telurnya saling menggabung membentuk suatu rakit yang mana bisa terdiri dari 300 telur.

Telur putih yang sudah diletakkan secara hati-hati ini segera mulai merubah warnanya. Ini hanya membutuhkan waktu beberapa jama saja setelah diletakkan dan mereka menjadi hitam pekat warnanya. Dengan perubahan ini, telur-telur ini memelihara proteksi yang bagus dari burung dan serangga. Warna gelapnya tak dapat dikenali oleh organisme ini.

Telur membutuhkan periode inkubasi untuk sempurna pada musim dingin. Karena telur nyamuk ini diciptakan dengan struktur yang dapat bertahan selama musim dingin yang lama dan dingin, mereka bertahan hidup hingga musim semi ketika masa inkubasinya selesai. Ketika periode inkubasi telah sempurna, larva mulai keluar dari telurnya semua hampir dalam waktu yang sama. Telur pertama langsung diikuti oleh yang lain. Segera setelah menetas dari telurnya, mereka langsung berenang di air. Sekarang masa hari-hari di air mulai bagi nyamuk.

Larva yang terus diberi makan tumbuh dengan cepat sekali. Segera kulit yang membungkus tubuhnya menjadi terlalu kecil baginya untuk tumbuh lebih lanjut. Inilah pertama kali bagi pergantian kulit mereka. Kulit yang keras namun rapuh dapat mudah pecah. Sampai siklus pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan, larva nyamuk akan merubah kulitnya dua kali lagi.

Karena awal kehidupan nyamuk mulai di air, maka sistim yang didisain untuk memberi makan larva begitu mengesankan. Larva menguatkan pusaran air dengan pemanjang sayap yang terletak di dua sisi mulutnya yang mengarahkan bakteria dan mikro-organisme lain untuk makanannya. Dan suatu solusi juga terdapat untuk pernapasannya: setiap larva mempunyai peralatan menyelam di dalam. Mereka bernapas via pipa pernapasan di belakang punggungnya sementara berdiri terbalik di dalam air. Sistim ini mungkin mirip ‘snorkel’ yang dipakai oleh penyelam. Selema memakai metode ini, larva mengeluarkan cairan yang lekat dari tubuhnya untuk menghindari air bocor masuk ke dalam tubuhnya, melalui pintu keluar pernapasan.

Dalam waktu dekat, larva nyamuk hidup dengan bantuan harmoni tergabung dari semua keseimbangan alam yang lembut ini. Jika ia tidak mempunya pipa pernapasan, maka ia tidak akan bertahan hidup; jika tidak mempunyai sekresi lekatnya, pipa pernapasannya akan tersumbat.

Sementara waktu berlalu, sebagian besar larva merubah kulitnya sekali lagi. Perubahan kulit terakhir kali ini agak berbeda dari sebelumnya. Dengan perubahan akhir ini, larva melewati fase akhir pendewasaannya, ‘fase pupa’ dan mereka siap menjadi nyamuk sungguhan pada akhirnya. Jadi waktu telah tiba bai pupa dewasa unutk keluar dari kelopak yang meliputi tubuhnya.

Namun, makhluk hidup yang kelaur dari sarungnya ini begitu berbeda dari fase-fase awal, nampak tak dapat dipercaya bagi mereka hanya lewat dua fase pertumbuhan dari makhluk yang sama. Dan metamorfosis ini begitu rumit dan lembut untuk didisain oleh larva itu sendiri ataupun oleh induknya atau oleh hewan yang lain.

Selama periode transisi yang terakhir ini, terdapat ancaman bagi nyamuk, karena pintu pernapasan di atas air mungkin menjadi tertutup dengan kebocoran air di dalam. Hal ini secara alami berarti bahwa pupa akan kehabisan napas dan mati. Namun kemudian, pernapasan tidak dilakukan via lubang-lubang ini. Di sana muncul dua pipa baru di kepala pupa. Oleh karenanya, sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kali, pertama kali dua pipa ini muncul ke atas air. Ini adalah metode pernapasan barunya. Selama 3 hingga 4 hari fase pupa, tidak ada zat makanan bagi nyamuk akan jadi.

Sekarang nyamuk dalam kepompong pupa cukup dewasa dan siap terbang dengan semua organnya seperti antenna, belalai, kaki, dada, sayap, perut dan mata yang besar yang menutupi sebagian besar kepalanya. Lalu kepompong pupa disobek di atas. Tingkat di mana nyamuk yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang paling membahayakan. Resiko terbesari adalah kebocoran air ke dalam kepompong. Namun bagian atas yang sobek ditutupi oleh cairan yang lekat untuk menghindari kepala dari kontak air. Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinyalah menyentuk permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting, meskipun angin tipispun dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas untuk penerbangan perdananya setelah istirahat sekitar setengah jam.

Harus kita perhatikan sekali lagi bahwa nyamuk telah keluar dari air tanpa menyentuh sama sekali… Pada point ini, pertanyaan yang muncul di pikiran adalah bagaimana nyamuk pertama memperoleh ‘kemampuan’ seperti ini? Mungkinkan suatu larva memutuskan diri untuk berubah menjadi nyamuk setelah merubah kulitnya tiga kali? Sesungguhnya ini sangat tidak mungkin. Binatang yang sangat kecil yang dijadikan Allah sebagai contoh ini telah secara khusus diciptakan sebagaimana adanya. Hal ini mengantarkan umat Islam untuk memikirkan ciptaan Allah dan berpikir bahwa Allah tidak menciptakan semua ini sia-sia saja, namun agar supaya mereka taqwa kepada Allah dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)

DITERJEMAHKAN DARI “FOR MEN OF UNDERSTANDING”
BY HARUN YAHYA, TA-HA PUBLISHER, UK, 1999

Posted: 17/12/2008 in My Folder

Dana BOS cukup membantu, tapi belum Menyelesaikan Persoalan Pendidikan

mts-miftahul-jannah-

Salah satu sektor yang mengalami dampak akibat memburuknya perekonomian adalah pendidikan. Akibat krisis ekonomi, diperkirakan jumlah anak yang putus sekolah akan naik lagi tahun depan. Data Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak) menyebutkan, pada tahun 2007 ada sekitar 12,7 juta anak yang putus sekolah. Sekjen Komnas PA Arist Merdeka Sirait memperkirakan jumlah itu akan naik 20 hingga 30 persen tahun depan.

”Karena krisis global, juga kondisi politik dan korupsi yang masih banyak terjadi, kami memprediksi tahun depan angka putus sekolah akan meningkat. Kenaikannya bisa sampai 20 hingga 30 persen,” kata Arist Merdeka Sirait kepada Republika, Selasa (9/12). Arist menjelaskan, kasus putus sekolah yang menonjol selama ini adalah pada tingkat SMP yang mencapai 48 persen. Sedangkan untuk tingkat SD tercatat 23 persen dan SMA 29 persen.

Dengan melesunya perekonomian negara, diiringi dengan PHK massal di banyak perusahaan, dipredisksi angka putus sekolah untuk SD akan membesar. ”Warga miskin terancam makin tidak mampu menyekolahkan anaknya. Hak anak akan pendidikan seperti yang diamanahkan oleh konstitusi terancam terabaikan,” katanya. Konstitusi sebenarnya sudah memberikan jaminan akses pendidikan kepada warga negara.

Dalam amandemen UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Komitmen itu dipertegas lagi dengan UU No 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. Semua warga negaram kaya atau miskin memiliki hak yang sama atas pendidikan. PP no 19/2005 tentang Standar Pendidikan Nasional menyebutkan pemerintah menanggung biaya operasional sekolah seperti uang sekolah, gaji guru, dll. Sedangkan biaya transportasi anak dan biaya lain-lain ditanggung oleh orang tua.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam suatu kesempatan mengatakan, program pendidikan murah untuk kaum miskin, bahkan gratis dan terjangkau merupakan salah satu dari enam isu utama permasalah mendasar di bidang pendidikan. Sebagai realisasi untuk mewujudkan pendidikan murah untuk keluarga miskin khususnya, pemerintah setiap tahun mengucurkan dana Bantuan Operasional (BOS).

Tahun 2009 pemerintah akan meningkatkan dana BOS menjadi Rp 12,2 triliun, dari dari Rp 11,5 triliun sebelumnya. Setiap unit costnya naik dari 21 ribu perbulan per siswa menjadi 33 ribu per bulan persiswa. Nilai BOS sebesar itu menurut Direktur Pembinaan TK/SD Depdiknas Mudjito setidaknya sudah menutupi 60 persen kebutuhan rata-rata siswa. Selain dana BOS, Depdiknas juga mengucurkan dana beasiswa bagi siswa kurang mampu, terutama SD. Tahun 2009 jumlahnya mencapai 1,7 paket dengan nilai masing- masing Rp 360 ribu per tahun.

”Tahun 2008 hanya disiapkan 600 paket. Namun, seiring terjadinya krisis global, paketnya ditambah menjadi tiga kali lipat,” kata Mudjito beberapa waktu lalu. Menurut Arist, dana BOS sudah memenuhi biaya sekolah seperti buku-buku, pakaian dan peralatan sekolah. Namun, komponen kedua terbesar dari biaya pendidikan, yaitu transportasi belum dipenuhi. Biaya transportasi mencapai 5-10 persen dari pengeluaran pendidikan.

”Walaupun semua biaya sudah gratis, kalau tidak ada transport, anak-anak tidak bisa sekolah. Ini yang harus menjadi perhatian,” kata Arist. Beban trasportasi menurut Arist lebih besar lagi, jika dalam keluarga lebih dari satu anak yang sudah bersekolah. Arist melihat mekanisme BOS sudah cukup membantu. Tapi, menurutnya BOS belum menyelesaikan permasalahan biaya pendidikan. ”Harus ada suatu sistem baru yang bisa menjamin semua komponen pendidikan terpenuhi,” ujarnya. Pengamat pendidikan Arief Rachman juga mengatakan BOS cukup menolong, namun belum bisa menyelesaikan seluruh persoalan.

Bantuan pendidikan menurut Arief tidak harus dalam bentuk uang, namun lebih pada pemberdayaan masayarakat. ”Masyarakat harus didorong untuk tidak lagi mencari bantuan tapi mengusahakan bantuan.” Model subsidi silang Menurut Arief Rachman, selain BOS dan program lain yang sudah berjalan saat ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkan pendidikan murah bagi rakyat miskin. Pertama, adalah membangun konsep pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Dengan konsep, ini selanjutnya disusun strategi untuk mewujudkan biaya pendidikan yang murah. ”Dengan konsep pendidikan yang berkeadilan , daerah yang keuangannya kuat diharapkan bisa membantu daerah yang kurang,” paparnya.

Melalui konsep ini, ujarnya, ada subsidi silang antara daerah yang kaya dengan daerah yang tertinggal. Untuk tingkat yang lebih kecil, sekolah-sekolah unggulan harus membantu sekolah yang bukan unggulan. ”Tidak boleh masing-masing maju sendiri, karena itu makin memperlebar jurang antara yang mampu dengan yang tidak mampu,” tuturnya.

Berikutnya, menurutnya, adalah pendanaan dari masyarakat. Dalam hal ini ia mengusulkan agar program Corporate Social Renponsibility (CSR) dari perusahaan bisa dikelola bersama-sama untuk kepentingan dunia pendidikan. ”Kabupaten/kota harus punya lembaga untuk mengatur CSR ini,” katanya.

Langkah lainnya, papar Arief adalah usaha masyarakat sendiri. Kasus putus sekolah, paparnya, bisa disebabkan oleh orang tuanya yang tidak mampu, atau bisa karena kurang usaha, atau kurang rajin mencari jalan keluar. Para orang tua keluarga tidak mampu inilah yang harus diberdayakan.

Untuk mewujudkan pendidikan murah seperti yang disebutkan itu, kata Arief, peran pemerintah pusat sangat sentral. Terutama untuk mensinkronkan daerah yang cukup kuat keuangannya dengan daerah yang masih kurang mampu. Untuk wilayah Indonesia bagian barat, relatif lebih kuat dibandingkan dengan bagian timur. Di tengah kuatnya otonomi daerah pemerintah pusat harus membuat strategi yang bisa menjembatani kebutuhan ini.

”Harus diingat bahwa pemerintah bukan hanya memikirkan anak-anak yang kaya dan pintar tapi juga anak yang miskin dan kurang pandai,” tegasnya. Arist mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan dana pendidikan yang 20 persen dari APBN lebih besar pada pemberian kesempatan akses pada pendidikan TK, SD, dan SMP. Selama ini, jelasnya, dari keseluruhan anggaran pendidikan, hanya 0,8 persen yang dialokasikan untuk akses pendidikan dasar dan menengah. ”Harusnya ditingkatkan minimal 10 sampai 15 persen. Dengan begitu semua komponen pendidikan bisa terkaver. Dengan begitu biaya pendidikan bisa menjadi murah,” katanya menandaskan. subroto

dikutip dari http://www.republika.co.id/koran/0/19361.html

LayakJAKARTA — Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) optimistis proses rehabilitasi dan renovasi sebanyak 135.194 ruang kelas dan sekolah rusak di tingkat sekolah dasar, Madrasah Ibtidaiah (MI) dan SD Luar Biasa (SDLB) di sejumlah provinsi di tanah air dapat dituntaskan pada tahun 2009 dengan perkiraan biaya sebesar Rp9,07 triliun. “Seiring dengan terpenuhinya alokasi anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan, Presiden meminta agar memberikan prioritas salah satunya penuntasan wajib belajar (wajar) sembilan tahun. Untuk menuntaskan wajar sembilan tahun tersebut, maka upaya dilakukan antara lain melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan,” kata Direktur Pembinaan Tk dan SD Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Depdiknas, Mudjito Ak di Jakarta, Senin.

Data tahun 2003 meunjukkan terdapat 531.186 ruang kelas SD/MI atau sebesar 49,50 persen dari 1.073.103 ruang kelas SD/MI yang mengalami kerusakan sedang dan berat. “Perbaikan ruang kelas rusak baik kategori sedang dan berat untuk tingkat SD/MI telah dilakukan sejak tahun 2003 dan jumlahnya cukup besar yakni 531.186 ruang kelas (49,5 persen) di seluruh Indonesia,” katanya.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak adalah melalui program dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidikan dan non DAK antara lain melalui dana bencana alam, APBN-P, dekonsentrasi, APBD I dan II. DAK bidang pendidikan dimaksud untuk menunjang pelaksanaan wajib belajar 9 tahun dan diarahkan untuk membiayai rehabilitasi ruang kelas SD/MI dan SDLB serta sekolah-sekolah setara SD yang berbasis keagamaan, meliputi juga sarana meubilernya, katanya.

Selanjutnya, selama lima tahun proses rehabilitasi dan renovasi dilaksanakan setiap tahun hingga tahun 2008 dengan rincian renovasi melalui dana alokasi khusus (DAK) sebanyak 295.548 ruang kelas (27,51 persen) dan dana non DAK sebanyak 100.444 ruang kelas (9,3 persen) sehingga sisa ruang kelas rusak pada tahun 2009 sebanyak 135.194 ruang kelas (12,6 persen). Lebih lanjut Mudjito mengatakan, sisa ruang kelas rusak pada tahun 2009 sebanyak 135.194 ruang kelas tersebar di semua propinsi di tanah air, yakni dengan tingkat kerusakan ringan antara 0-10 persen sebanyak 1.331 ruang kelas terdapat di 19 propinsi, antara lain Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Jambi, Maluku, NTB, Papua, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah dan sebagainya.

Ruang kelas rusak sedang antara 10,2 hingga 20 persen sebanyak 2.282 ruang kelas terdapat di tiga propinsi yakni, Daereh Istimewa Yogyakarta (DIY), Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Rusak antara 20,1 persen hingga 30 persen sebanyak 4.451 ruang kelas terdapat di tiga propinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan sedangkan kerusakan lebih dari 30 persen sebanyak 127.130 ruang kelas terdapat di 10 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Timur dan Banten.

Lebih lanjut Mudjito mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk renovasi satu ruang kelas rata-rata sebesar Rp50 juta namun seiring dengan kemungkinan terjadinya eskalasi harga, maka perhitungan anggaran untuk rehabilitasi ruang kelas rusak sebanyak 135.194 unit pada tahun 2009 mengalami peningkatan dari Rp9,1 triliun menjadi Rp12,4 triliun.


“Depdiknas optimis dengan tuntasnya rehabilitasi ruang kelas rusak pada tahun 2009, maka pada tahun berikutnya diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) seperti standar pembiayaan, standar kelulusan siswa dan sebagainya,” tambahnya. ant/kp

By Republika Contributor