Arsip untuk Januari, 2009

menunggu1Ada yang menarik saat Dirjen Dikdasmen menyaksikan pencanangan Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun di Kota palangkaraya (28/01-2009) bahwa ada yang tidak kelah pentingnya dalam proses pembelajaran selain dari kurikulum yang sudah tertulis ialah kurikulum tersembunyi (hiden curriculum). Dalam hiden curriculum ini siswa akan mendapat pendidikan mental/akhlak jujur dan bertanggungjawab, sikap disiplin serta perilaku.
Dalam paparan singkat dan sangat formal, Prof. Suyanto, Ph.D, meminta guru untuk sungguh-sungguh mengajar, dan buah kesungguhan itu minimal bisa diukur dengan keberanian siswa bertanya setelah pembelajaran usai.
Sayang sekali, sang professor yang juga dosen PPs di UNY, banyak berbicara formal sebagai seorang dirjen, padahal para peserta yang sebagian besar guru dan kepala sekolah/madrasah sangat haus mendapatkan uraian-uraian formula pendidikan di era globalisasi ini dari seorang yang kepakarannya diakui secara nasional.
Setidaknya, saya punya segudang “uneg-uneg” tentang bagaimana menghargai dan meng-unhide kurikulum tersebut menjadi lebih transparan dan bisa diukur distandarkan secara nasional. Penulis menemui beberapa sekolah yang “rasionalis” tentang kemampuan siswanya dan menyusun visi missi kepada hide curriculum yakni menjadikan siswa trampil, berani mengungkapkan pendapat, berakhlak mulia dan lain-lain, dan baru kemudian mengarah kepada “cerdas”.
Any comments?

Iklan

[CONTOH COVER]

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

[JUDUL PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS]

oleh:
……………………..
[tuliskan semua anggota tim jika ada, secara
lengkap nama dan gelarnya]

[Nama SD/MI, SMP/MTs atau SMA/MA/SMK]
2009

HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. a. Judul Penelitian:
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
b. Bidang Ilmu : ……………………………………….
c. Kategori Penelitian : ……………………………………….
2. Ketua Peneliti
a. Nama Lengkap dan Gelar : ……………………………………….
b. Jenis Kelamin : ……………………………………….
c. Golongan Pangkat/NIP : ……………………………………….
d. Jabatan Fungsional : ……………………………………….
3. Jumlah Anggota Peneliti : ………………………………… orang
a. Nama Anggota Peneliti I : ……………………………………….. b. Nama Anggota Peneliti II : ………………………………………..
4. Lokasi Penelitian : ……………………………………….
5. Kerjasama dengan intitusi lain (bila ada)
a. Nama institusi : ……………………………………….
b. Alamat : ……………………………………….
c. Telepon/Faksimili/e-mail : ……………………………………….
6. Lama Penelitian : ………………………………… bulan

……………, ……………. 2008

Mengetahui: Ketua Peneliti,
Kepala Sekolah ………………

[Cap & tandatangan] [tandatangan]

(___________________) (__________________)
NIP NIP

FORMAT LAPORAN AKHIR
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Abstrak
[Bahasa Indonesia + Bahasa Inggris, maksimum masing-masing 150250 kata]

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN
A. Masalah dan Latar Belakang Masalah
Uraikan secara lugas masalah yang ingin ditanggulangi, penyebab timbulnya masalah tersebut, dan tingkat masalah yang ingin ditanggulangi oleh peneliti.
B. Tindakkan Yang Dipilih
Uraikan secara singkat bentuk tindakan yang akan diambil (mengapa berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK ?), argumentasi teoretik dan/atau empirik pemilihan tindakan, dan rumuskan hipotesis tindakan sebagai landasan tindakan yang digunakan (bila dipandang memungkinkan).
C. Tujuan
Uraikan hasil penelitian yang diharapkan (anticipated results) dari penelitian ini.
D. Lingkup Penelitian
Sebutkan lingkup atau batas-batas tindakan yang akan diambil peneliti.
E. Signifikansi Hasil Peneltian
Uraikan secara jelas manfaat hasil penelitian bagi sekolah (misalnya: pengembangan kurikulum, kebijakan, guru, maupun siswa, dsb.)
BAB II PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A. Setting Penelitian
Sebutkan lokasi penelitian, waktu penyelenggaraan penelitian (misal: Semester I, II, bulan, tahun, dst.), dan karakteristik kelompok sasaran yang menjadi subjek penelitian, serta bentuk aktivitas penggunaan ICT dalam pembelajaran.
B. Prosedur Penelitian
1. Gambaran Umum Peneltian
Uraikan gambaran umum penelitian yang dilakukan termasuk jumlah dan prosedur siklus penelitian yang dilakukan.
2. Rincian Prosedur Penelitian
a. Persiapan Tindakan
Sebutkan persiapan apa saja yang dilakukan (seperti analisis diagnostik untuk menspesifikasi masalah dan rincian penyebab timbulnya masalah), pembuatan alat-alat berbasis TIK dalam rangka tindakan, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan di kelas
b. Implementasi Tindakan
Deskripsikan tindakan yang akan diambil, skenario kerja tindakan, dan prosedur tindakan yang digunakan peneliti
c. Pemantauan dan Evaluasi
Uraikan prosedur pemantauan dan evaluasi tindakan, alat-alat pemantauan dan evaluasi yang digunakan, beserta kriteria keberhasilan tindakannya
d. Analisis dan Refleksi
Uraikan prosedur analisis hasil pemantauan dan refleksi terhadap tindakan yang telah diambil, tim yang terlibat dalam analisis hasil pemantauan dan refleksi, kriteria dan rencana bagi tindakan daur ulang.

(butir a s/d d sebaiknya dideskripsikan untuk setiap siklus. Perhatikan cara mendeskripsikan amatan yang dilakukan dengan menghidari pendapat pribadi atau dengan kata lain deskripsi bebas dari dugaan peneliti)

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sajikan hasil penelitian atau temuan setelah tindakan dilaksanakan dan penyajian temuan harus sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan, dan dilakukan pembahasan secara lengkap tentang temuan atau hasil PTK tersebut. Pembahasan hendaknya memberikan penjelasan tentang kegagalan maupun keberhasilan penerapan TIK dalam pembelajaran, tentu bila salah satu atau keduanya ada, suatu tindakan

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Simpulkan hasil penelitian yang diperoleh secara lengkap, sesuai dengan masalah yang diteliti
B. Saran-saran
Ajukan saran-saran untuk penerapan hasil penelitian dan kemungkinan penelitian lebih lanjut di masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampirkan (a) model program/materi pembelajaran berbasis TIK / multimedia yang sekaligus memperlihatkan skenario tindakan, (b) instrumen penelitian, (c) data pendukung (contoh: hasil rekap tabulasi data, foto, dan lainnya), dan (d) lain-lain, seperti Curiculum Vitae Tim Peneliti, Surat Keterangan Kerjasama dengan Institusi Lain (apabila ada), dan lainnya.

Catatan:
1. Jumlah laporan penelitian tindakan kelas maksimal 12 halaman + cover dan daftar isi.
2. Gunakan font tipe Times New Roman, dengan ukuran 12 dan spasi 1,5.
3. Laporan dibuat sesingkat, sepadat dan sejelas mungkin yang dapat menggambarkan hasil penelitian tindakan.

ASPEK PENILAIAN

a. Implementasi materi pembelajaran berbasis multimedia (teknologi informasi dan komunikasi) secara nyata di kelas
b. Kadar manfaat materi untuk peningkatan hasil belajar siswa dapat diungkapkan dengan jelas dan terukur
c. Kreatifitas, orisinalitas, serta akan lebih baik jika mampu bersifat edutaintment (education – entertaintment)
d. Kesesuaian dengan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
e. Kemampuan penyampaian / presentasi proposal dan/atau materi pembelajaran yang fokus pada sasaran dan mudah dipahami

Bisa didownload di  taut AYO BELAJAR

TANYA JAWAB TENTANG KTI BISA DILIHAT DI SINI

DEPARTEMEN Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan menambah satu syarat baru untuk uji sertifikasi guru.

Syarat itu adalah Uji Kemampuan Berbahasa Indonesia (UKBI). 240308silat

Dengan syarat ini, selain memiliki kompetensi mengajar, guru diwajibkan menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar. ”Usulan tersebut sudah kami ajukan sejak tiga tahun lalu untuk Ujian Nasional (UN) dan beberapa kali sudah kami uji cobakan,”jelas Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Pusat Bahasa Depdiknas Yeyen Maryani di Jakarta kemarin. Saat ini, lanjut Yeyen,kemampuan berbahasa guru di sekolahsekolah sangat beragam.

Mulai dari yang baik hingga buruk. Jika setiap guru bisa mengikuti UJKBI,guru yang belum baik berbahasa bisa mengejar kemampuan.”Beberapa institusi pendidikan sudah menjadikannya syarat bagi guru untuk mengajar. Namun, belum semua seperti itu,” ujarnya. Bagaimanapun,menurut dia,kemampuan berbahasa sangat berpengaruh pada kemampuan guru yang lain. (rendra hanggara)-Seputar Indonesia-

Sumber : http://diknas.go.id