Arsip untuk Oktober, 2009

Korban Blackberry

Posted: 26/10/2009 in My Folder

high-powered-businessmanTrend baru handphone sepertinya mulai mengarah ke sebuah model bernama “Blackberry”.  Aku agak terkejut ketika berada di kerumunan anak-anak SMA yang petantang-petenteng dengan HP Blackberry (BB) dengan chasing warna-warni. Tidak bisa dipungkiri lagi mereka terlihat lebih cantik, elegan, modis dan gaul abiss.

Tapi, aku lebih kaget lagi, di pangkalan ojek di sebuah pasar besar — yang secara kebetulan kulewati ketika membeli nasi bungkus — para ojeker terlihat asik memainkan hp BB mereka sambil menunggu penumpang. Entah apa yang mereka pelototi, sesekali mereka tertawa ngakak lepas khas mereka.

Bila melihat fungsi dan kelebihan BB dengan Operating Systemnya yang dapat menggantikan note/netbook dalam berinternet ria menjadi hanya dalam genggaman sebelah tangan, maka bisa dikatan luar biasa sekali loncatan penguasaan teknologi masyarakat kita.

Teknologi tidak murah,  selain harga BB yang relatif mahal, ongkos penggiringnya (air time) akan melekat dalam teknologi tadi. Namun, itu bukan persoalan, banyak BB China yang hanya beda-beda dikit dengan aslinya (hanya tanpa 3G dan OS asli). Air time pun, bisa diatur. Bukankah banyak vendor seluler melayani internet dengan tarif murah.

Apapun dalihnya, untuk itu semua anggaran rumah tangga pun terpaksa harus dipersempit.

Apa boleh buat….

“Sabar ya, anak-anakku, beli bukunya nanti azza….”

Iklan

diknasdepagPemerintah melalui Departemen Diknas menetapkan delapan standar nasional pendidikan yang  meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, serta standar pendidikan dan tenaga kependidikan,  standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian Buku Pegangan Guru Dalam PBM.

Bagaimana ketercapaiannya??

Siapapun bisa mengatakan, masih teramat jauh dari harapan.

Standar komptensi lulusan? Masih banyak “dongkrak”, bahkan saking jeleknya dongkrak itu tidak sedikit guru dan kepala sekolah disalahkan.

Standar isi? Gonta-ganti menteri, gonta-ganti kurikulum, gonta-ganti buku, gonta-ganti….??

Standar sarana dan prasarana? Tidak usah pakai data statistik atau semacamnya, lihat disekitar, banyak sekolah/madrasah tanpa perpustakaan, tanpa TI (padahal kurkulumnya mencantumkan TI), tanpa UKS, tanpa ruang guru (numpang lokal kelas siswa), dan bahkan tanpa gedung sama sekali.

Standar proses? Standar pembiayaan? Standar… apa lagi yah…? Aku ngantuk, mudah-mudahan aku dan siswaku sepintar dan sebaik Pak M. Nuh.

TOLAK MIYABI

Posted: 13/10/2009 in My Folder

Aku agak susah membuat kalimat

AWAS! MIYABI AKAN MENJADI IDOLA ANAK INDONESIA

AWAS! MIYABI AKAN MENJADI IDOLA ANAK INDONESIA

alasan untuk menolak kedatangan Miyabi untuk membintangi film Indonesia. Aku hanya berpikir, bila kelak film yang dibintangi Miyabi ini menjadi popular, maka sudah bisa dipastikan  siswa-siswi, Remaja Masjid, Remaja Gereja, Remaja Hindu, Remaja Budha dan remaja-remaja Indonesia akan memiliki icon baru artis pujaan. Wallpaper akan menghiasi handphone, kamar tidur, desktop PC atau bahkan baju kaos.

Bisakah kita bayangkan? Orang tua manapun akan merasa risih dibuatnya. Coba anda buka mesin pencari google atau youtobe dan ketiklah nama Maria Ozawa, atau Miyabi, maka tak terhitung situs-situs porno yang dibintangi Miyabi akan dengan mudah ditonton, baik video maupun gambarnya. Semuanya vulgar, syurr dan tanpa sensor.

SEKALI LAGI, AKU TIDAK PEDULI MIYABI DATANG SEBAGAI TURIS KE WILAYAH MANAPUN DI INDONESIA, TETAPI UNTUK MEMBINTANGI SEBUAH SINETRON, TIDAK!!! DAN SIAPAPUN YANG BERKEPENTINGAN UNTUK MENJADIKAN DIA ”BINTANG BARU” SINTRON INDONESIA, KITA PATUT CURIGA NASIONALISMENYA, ATAU MUNGKIN DIA SENGAJA INGIN MENGHANCURKAN REMAJA INDONESIA. ITU ARTINYA, MEREKA ADALAH TERORIS PENGHANCUR MASA DEPAN BANGSA.

Bila anda teliti, satu pesan yang disampaikan oleh pembuat sinetron ini bahwa SEKS BEBAS ADALAH HAL BIASA-BIASA SAJA.

AYO…….PEMUDA INDONESIA, KITA TOLAK MIYABI MENJADI BINTANG SINOTRON INDONESIA.

Hujan Buatan vs Tuhan

Posted: 05/10/2009 in My Folder

ngeblog
”kontes
Artikel lomba dsflindonesia
Warung soto di kaki jembatan Kahayan Palangkaraya sedang dipadati sekelompok PNS ibu-ibu dan bapak-bapak berpakaian hijau-hansip sedang terlibat argumentasi tentang hujan. Maklum, Palangkaraya masih sedang diliputi kabut asap dan debu.

Entah dari mana asal mulanya, sekelompok ibu-ibu dan bapak-bapak PNS tadi sangat gusar dengan pernyataan beberapa temannya yang mengakui berhasilan team pembuat hujan. Beberapa kalimat geram kutipan langsung yang sempat kurekam dalam ingatanku,

“Bagaimanapun hujan itu asalnya dari Tuhan. Manusiakan cuma berusaha, jika Tuhan tidak mengijinkan pasti hujan tidak akan terjadi.”

Timpal seorang bapak bersemangat, mukanya agak sedikit tegang. Tanpa memberi kesempatan yang lain angkat bicara, kembali dia berujar,

“Mereka itu sombong dan takabur, menganggap hujan itu buatan mereka!”

Yang lain kembali menimpali,

“Bukan begitu maksudnya Pak, mereka yang kita baca dikoran itu kan hanya mengklaim bahwa hujan kemaren sore adalah hasil jerih payah mereka. Beda lho Pak, dengan kalimat Bapak.”

“Apa bedanya?! Itu artinya mereka menganggap huja itu buatan mereka, iya khan!?” Sahut ibu yang lainnya dengan nada tinggi.

Tidak terasa adu argumen tentang hujan telah menghantarkan aku ke suap terakhir hidangan soto. Perdebatan tadi sama sekali tidak menarik, tapi cukup asik diikuti, karena kemaren di warung pojok yang berbeda para abang beca dan pedagang lapak berdebat hal yang serupa dan ……. contentnya pun hampir sama.

Setelah membayar soto yang sudah habis saya lahap, saya sengaja mengeraskan suara kepada Acil (mbak) pemilik warung.

“Wah…bu. Sotonya enak sekali, ibu sendiri ya yang membikinnya?”

Saya yakin mereka mendengarnya, tapi saya tidak yakin mereka mengerti. Selamat bekerja PNS……