Arsip untuk Maret, 2012

            Orang tua macam apapun sangat berharap anak-anak mereka memiliki kecerdasan  religius dalam kehidupan sehari-harinya, karena bagaimanapun mereka akan banyak mendapat manfaat, seperti perilaku disiplin, rajin, hormat dengan orang tua, menghargai sesama, jujur, berani,  bertanggungjawab, dan yang terpenting tentu saja akan menyelamatkan diri dan kedua orang tuanya dari ancaman-ancaman kubur maupun di hari akhir.

Di sisi lain, realitas menunjukan banyak orang tua prihatin dengan trend anak-anak remaja mereka yang menghabiskan waktu sore menjelang sholat magrib hingga waktu sholat Isya dengan jalan-jalan sore, memadati mall atau pusat-pusat perbelanjaan, nongkrong di sentra keramaian atau caffe, dan di warnet-warnet game online. Padahal waktu prime time tersebut para orang tua sejujurnya menginginkan anaknya berada di rumah, bersih dan rafi, mendirikan sholat magrib, dan membaca Qur’an (mengaji) meskipun hanya beberapa halaman, mengerjakan hal-hal kecil dengan keluarga, berbagi cerita dengan orang tua atau saudara, lalu kemudian sholat Isya berjamaah.

Dan itu, hampir tidak pernah kita lihat lagi akhir-akhir ini. Orang tua kehabisan akal, menyalahkan sana sini, mematikan televise ketika azan magrib akan mendapat perlawanan dari anak-anak dan mungkin istri atau suaminya sendiri, dan kelamnya, tidak sedikit diantara kita justru menjadi candu nonton bareng sinetron di televise, cerita berganti cerita, chanel demi chanel, suara azan Magrib tidak terdengar lagi karena kalah nyaring dan sound TV, sehingga jangankan Magrib mengaji, sholatnya pun tertinggal.

(lebih…)