Arsip untuk Mei, 2012

Saya harus menyebutkan judul yang peling tepat untuk kondisi terkini tentang pendistribusian BBM di Palangakaraya dengan kata GILA, ya sekali lagi GILA. Bukan saja sulit didapat (harus mengantri 4 hingga 6 jam) namun sulit didapat di pasar eceran. Yang lebih gila lagi Pertamax yang selama sepi peminat dijual dieceran denga kisaran harga 13 ribu hingga 15 ribu per liter.

Angkutan anak sekolah (angkot) relatif sepi, sehingga banyak anak-anak sekolah yang pergi dan pulang hartus terlambat. Beberapa pickup sekolah tidak bisa jalan, beberapa guru harus memakir mobil dalam gerasi, sepeda motor hanya dipakai untuk kepentingan tertentu saja.

Jika ingin pesan sesuatu yang menggunakan jasa pengangkut truck, harus siap membayar dua kali lipat atau ditunda hingga waktu yang tak tentu. Jika ingin bepergian ke luar kota, harus merogoh kocek lebih dalam atau tidak sama sekali, dan lain-lain.

Parah, gila. Gubernur dan walikota dalam beberapa statemen di koran jelas tidak mau disalahkan. Saya hanya bingung, jika tidak mau disalahkan, maka siapa yang harus bertanggungjawab.

Iklan