Ingin Punya Mobil? Begini Caranya

Posted: 03/11/2013 in My Folder

luxury-carTulisan ini beranjak dari pengalaman pribadi, meskipun awalnya upaya pembuktian dari berbagai teori tentang kekuatan intuisi. Hil yang mustahal, dengan gaji 2.000.000 rupiah per bulan untuk mendapatkan mobil baru atau setengah baru (maksudnya mobil second yang relatif baru).  Satu isitri dengan dua anak, pendapatan dari gaji itu hanya untuk keperluan hidup sederhana sehari-hari. Artinya, jangan berani-berani mimpi memiliki mobil, sekalipun mobil paling murah minim fitur atau mobil LCGC yang harganya dibawah 100 juta.

Dengan hati sadar dan logika yang sehat, pasti semua orang faham dengan kondisi ini, istilahnya realistis. Teman saya dengan jujur mengungkapkan, “saya beli togel karena saya punya mimpi, setidaknya setengah hari saya berhayal yang realistis memiliki sejumlah uang.” (jangan ditiru, bahaya!).  Akal sehat manusia membawa seseorang kepada sesuatu masuk akal dan itu adalah fitrah yang dimiliki semua orang. Namun ada satu hal yang dimiliki semua manusia yang bisa menuntun seseorang untuk mencapai tujuan, sekalipun tujuan tersebut irrasional atau tidak masuk akal, yakni intuisi.

 

“Intuisi adalah kemampuan untuk pengetahuan langsung dan wawasan langsung, tanpa observasi atau alasan,” kata David G. Myers, PhD, seorang profesor psikologi di Hope College dan penulis Intuition: Powers Its dan Perils.   Dalam situs wikipedia menyebutkan, Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, hal mana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.
Sampai saat ini dipercaya bahwa intuisi yang baik dan tajam adalah syarat agar seseorang dapat sukses dalam bisnis. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak buku-buku mengenai kiat-kiat sukses selalu memasukkan strategi mempertajam intuisi. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Intuisi_%28psikologi%29)

Saya tidak ingin lebih jauh memperdalam tentang intuisi ini karena saya bukan seorang psikolog, namun saya ingin ungkapkan sedikit, sekali lagi sedikit, pengalaman pribadi. Kios saya berhadapan langsung dengan dealer Daihatsu, itu artinya setiap hari saya dipaparkan berbagai macam warna mbobil-mobil mulus nan indah. Katanya itu mobil murah, namun seberapa murah jika uang di kantong tidak mampu membelinya. Engkoh pemilik dealer sangat akrab dengan saya, berkali-kali dia ngomong bahwa suatu saat saya memiliki mobil itu.
Rasa ingin memiliki tidak terbendung, panjangan mobil-mobil itu sering saya jadikan pemuasan “hawa nafsu” dengan meraba dan melihat-lihat isi di dalamnya. Ini terjadi berkali-kali, hingga suatu saat, saya mencoba duduk di kursi driver Xenia Li dan menghidupkan mesinya (karyawan dealer menghormati saya karena teman dekat bos). Tidak puas dengan hanya duduk dan klik on, saya wawancara karyawan, “ini mesinnya berapa cc? Bagaimana AC? Bagaimana daya tahun?” Dan lain-lain (ini rahasia, saya belum bisa nyetir mobil he he he….).
Waktu berganti masa, kurang lebih satu tahun waktu berjalan mobil Xenia LI telah parkir di halaman rumah saya beserta kunci dan STNKnya, dan saya yakin mobil ini sama persis dengan saya duduki dulu (naluri saya mengatakan demikian). Ya, mobil ini saya beli dalam kondisi second dengan cara kredit. Jangan tanya saya detilnya, mungkin 10 halaman tidak cukup untuk diuraikan.

Beberapa tahun kemudian, pengalaman ganjil lainnya terjadi lagi, ketika saya mencuci mobil di pencucian mobil. Saya tertarik dengan sebuah mobil suzuki Splash yang konon sangat irit, responsif dan oke di bawa ke luar kota yang sengaja dipajang oleh show room. Eager (saya menyebut istilah ini untuk mengungkapkan rasa atau dorongan yang berlebihan) telah menuntun saya duduk di kursi driver dan klik on. Rasa ingin memiliki tidak pernah surut, saat berkendara saya sering beriringan dengan Splash dan saya suka panampakan mobil ini dari belakang, elegan sepertinya.

Kurang dari dua tahun dan saya tidak pernah lagi berpikir untuk memiliki mobil apa-apa lagi, saya menjual mobil Xenia karena butuh uang. Sisa pemakaian uang tidak seberapa dan untuk sementara waktu tidak berniat membeli mobil dulu. Namun, niat tersebut mulai berubah ketika saya dan istri (pulang dari pasar dengan sepeda motor) melihat mobil Splash bertengger di jajaran mobil second dengan tulisan DIJUAL. Iseng saja mampir, buka dan lihat-lihat kemudian coba dihidupkan. Entah bagaimana rayuan sang penjual atau saya memang kebelet, akhirnya deal dengan uang muka “sekenanya”. Dan setelah beberapa hari, saya terkesima, “perasaan ini mobil pernah saya coba, yah….saya yakin ini mobil yang saya tes on dulu.”

Apakah ini intuisi? Saya kira tidak perlu dijawab, kalau kompasioner yang belum punya mobil dan ingin punya mobil, tidak ada salahnya mencoba metode ini.
Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s