Pungli di Madrasah

Posted: 03/11/2013 in My Folder

doc pribadi

Dua madrasah negeri di Ibu Kota Kalimantan Tengah, Palangkaraya, sedang dikuliti media masa lokal dengan masalah pungli. MTsN-1 Model dengan masalah pungutan ketika pengambilan buku rapor dengan besaran antara 75.000 – 200.000 rupiah, sementara MTsN-2 dengan masalah pungutan blanko pendaftaran Rp.10.000,- dan daftar ulang siswa baru sebesar Rp.2.600.000,- (putra) dan Rp.2.700.000,- (putri), jauh lebih besar dari sekolah setingkat SMP yang hanya sekitar Rp.2.000.000,-.

Di MTsN 1 Model, ketua komite menyebutkan bahwa pungutan itu ilegal, sementara kepala madrasah menyebutkan bahwa pungutan itu adalah resmi sebagai bayaran tunggakan komite pada tahun berjalan, sedangkan di MTsN 2, ketua panitia PPDB mengakui itu sebuah kesalahan karena tidak didahului dengan rapat komite.

Meskipun kelihatannya berakhir silent-ending, namun sungguh sangat memprihatinkan. Di tengah pemerintah berulang-ulang mewanti-wanti para pelaksana pendidikan agar tidak memungut biaya dalam PPDB maupun dalam proses bembelajaran, ada saja sekolah/madrasah yang khilaf.

Saya sangat malu dan tak punya muka karena beberapa saat sebelum dilaksanakan PPDB telah menulis dua buah artikel di dua media cetak (Banjarmasin Pos dan Kaltengpost) tentang bagaimana madrasah sangat pro siswa miskin dan dikelola dengan semangat akuntability (akhlakul karimah), seperti dalam penerimaan siswa baru dengan model digital, dari pendaftaran (formulir online), tes tertulis dengan Lembar Jawaban Komputer (LJK) dan diumumkan melalui website sekolah. Selain kecil kemungkinan campur tangan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, seluruh proses PPDB diawasi langsung oleh kepala sekolah dan komite.

Saya tidak bisa membayangkan kalau ini terjadi di Jakarta atau di kota-kota besar lainnya, mungkin bukan saja akan “membahayakan” posisi kepala sekolah/madrasah dan kepala dinas, tapi bisa masuk ke ranah hukum.

Ini adalah sedikit hal yang sempat terekspos, masih banyak orang tua siswa tidak berdaya menghadapi kebijakan sekolah/madrasah yang tidak pro siswa miskin.

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s